Estetika Dangdut Koplo “Go Public”
Michael
Haryo Bagus Raditya
Abstrak
Dangdut Koplo atau yang sering disebut sebagai
“Koplonan” merupakan sebuah kesenian rakyat yang bila ditilik lebih jauh
merupakan sub dari musik dangdut itu sendiri. Dalam perkembangannya, masyarakat
lokal menciptakan hal baru dalam perkembangan dangdut tersebut, khususnya di
daerah Pantura dan Jawa Timur. Eksistensi Dangdut Koplo sebagai kesenian rakyat
menjadi sangat kuat di daerahnya sendiri. Tetapi ketika Inul Daratista naik ke
panggung televisi, semuanya telah berubah, kiblat dangdut ala Rhoma menjadi
tergeser dan koplo seakan menjadi kiblat belakangan ini. Naiknya Koplo seakan
menjadi lonjakan besar bagi masyarakat pelaku koplo. Demam koplo seakan
menasionalisasi bangsa, tetapi yang menjadi persoalan, terdapat nilai estetika
pada dangdut koplo, dan adanya dilema dangdut koplo sebagai hiburan bagi semua
kaum masyarakat, menjadikan para penonton, apakah mereka benar-benar
menyukainya atau hanya menjadi karbitan saja. Estetika suatu kesenian akan kuat
kedalam, dan apakah pada dangdut Koplo, estetika beranjak keluar.
Kata Kunci: Dangdut Koplo, Koplonan,
Estetika, Pantura, identitas masyarakat